Senin, 14 Oktober 2019

KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI ULAT SUTERA (BOMBYX MORI )

Tugas Penilaian Hutan                                        Medan,        Oktober 2019
KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI
 ULAT SUTERA (BOMBYX  MORI )

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Sahputra Tindaon
171201119
Budidaya Hutan 5
                                                                                     




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL5KjCLpuWl4yNJll3gE4nFsMoF5aoFOsEdXMxBc1oIOAQ-eu8fICH2YODMf-PpvXJsMg4nVcRrE_Iggt_b72gtSnYjIwyxBUjS_pykw_Whw2G3aKDBog8-eVfYynyH0bI672uBQrOXQVA/s1600/Logo_USU.png






PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Ulat sutera adalah ngengat yang memiliki kelenjar sutera sehingga dapat menghasilkan serat sutera. Siklus hidup ulat sutera cepat, hal ini menunjukan bahwa memproduksi benang sutera tidak membutuhkan waktu lama, dan memiliki nilai ekonomi tinggi..
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda       
Sub Filum        : Mandibulata      
Klass                : Insecta
Sub Klass        : Pterygota
Ordo                : Lepidoptera       
Family             : Bombycidae      
         Genus              : Bombyx      
Produksi benang mentah pada tahun 2007 sebesar 65.194 kg/tahun, akan tetapi tahun 2009 mengalami penurunan yaitu 19.212 kg/tahun. Penurunan dipengaruhi keadaan cuaca dan kualitas bibit. Persilangan merupakan salah satu penyelesaian untuk mendapatkan bibit yang berkualitas.Persilangan resiprokal merupakan persilangan untuk mendapatkan bibit unggul. Persilangan resiprokal adalah persilangan dihibrid, yang terdiri dari bibit murni. Bibit unggul menghasilkan kokon berkualitas, sehingga memiliki harga jual tinggi. Pemeliharaan ulat yang intensif menghasilkan kokon yang berkualitas, pertumbuhan ulat sangat mempengaruhi hasil kokon. Pertumbuhan ulat dengan bobot badan tinggi akan menghasilkan kokon yang tebal. Kokon ras Jepang memiliki kokon tebal, produksi kokon tinggi, tetapi rentan terhadap penyakit. memilik lapisan tipis, produksi kokon rendah, dan tahan penyakit.
Pakan ulat sutera perlu diperhatikan  pemeliharaan  ulat  sutera.  Sumber  pakan ulat  sutera harus selalu tersedia setiap saat ketika larva membutuhkan. Pertumbuhan larva, perkembangan larva  dan  reproduksinya  tergantung  dari kualitas dan kuantitas pakan yang dikonsumsi. Ulat sutera yang memakan daun murbei    akan menghasilkan kokon  dengan  karakter  sutera  yang  berkualitas. Larva ulat sutera mempunyai tanduk anal yang pendek dan memakan daun murbei (Morus sp.). Ulat sutera memiliki bentuk tubuh yang berwarna putih, serta berbulu. Ulat sutera dapat melalukan molting (berganti kulit) pada saat memasuki instar baru. Tubuh ulat sutera dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu kepala, dada dan perut. Pada bagian kepala memiliki antenna yang terdiri dari tiga segmen pendek, dan bagian mulut terletak ke bawah dan di depan wajah yang terdiri dari sepasang rahang dengan maksila dengan labrum dan labium. Pada bagian perut terdiri dari tiga segmen dengan sepasang spirakel dan tiga pasang kaki toraks.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana karateristik dari ulat sutera (Bombyx  mori )
2.      Bagaimana karakteristik bibit yang bagus dalam perkembangan ulat sutera?
3.     Apa saja manfaat ekonomi dari Ulat sutera (Bombyx  mori )

1.3  Tujuan
1.     Untuk mengetahui karakteristik dari Ulat sutera
2.     Untuk mengetahui karateristik bibit yang bagus dalam perkembangan Ulat sutera
3.     Untuk mengetahui apa saja manfaat ekonomi dari ulat sutera


                                                  BAB II
    ISI
2.1 Karateristik
 Ulat sutera memiliki panjang hingga 10 cm dengan diameter hingga 0,8 cm sebelum menjadi kepompong. Ulat ini juga mempunyai metamorfosis sempurna, dengan setiap generasi melewati 4 stadia, yakni telur, larva atau ulat, pupa, dan ngengat atau kupu-kupu. Pada stadia larva, ulat sutera hanya memakan daun murbei segar yang tidak terkena bahan kimia apapun. Masa ini sebenarnya merupakan masa yang sangat penting untuk sintesis protein sutera dan pembentukan telur. budidaya ulat sutera bisa dibilang susah-susah gampang. Syarat utama budi daya hewan ini yakni penanaman pohon murbei yang luas sebagai pakan utama. Ulat sutera juga tidak menyukai wangi-wangian dan hidup di ruang yang tenang dan tidak berisik sehingga kandang pemeliharaannya ditempatkan jauh dari jalan raya.
Description: Ulat Sutra

Jenis sutra yang paling digemari adalah sutra yang berasal dari kepompong larva ulat sutra murbei (jenis Bombyx mori). Produk hewan alami ini sangat berharga karena kehalusan, kekuatan, dan kemampuan daya isolasinya. Kilauan yang dihasilkan oleh fiber sutra dikarenakan oleh struktur prisma-segitiga didalamnya sehingga memantulkan cahaya dari berbagai sudut.
2.2 karateristik bibit yang bagus dalam perkembangan Ulat sutera
Bibit ulat sutera yang akan dibudidayakan diperoleh dari produsen bibit ulat sutera dalam bentuk telur. Telur ulat sutera yang berukuran sangat kecil, yaitu lebar sekitar 1 mm, panjang 1,3 mm, tebal 0,5 mm dan berat sekitar 0,5 mg menjadikannya sangat rentan sehingga perlu penanganan yang tepat dalam proses penetasan.
Proses penetasan ulat sutera dilakukan dengan melakukan inkubasi pada telur. Inkubasi telur adalah masa perkembangan telur sebelum menetas. Pada proses inkubasi lingkungan dikondisikan sedemikian rupa untuk merangsang penetasan telur ulat sutera. Agar diperoleh presentase penetasan yang tinggi dan penetasan yang serempak, maka temperatur dan kelembapan ruangan inkubasi harus diatur agar mencapai kondisi yang ideal.
Sebelum melakukan proses inkubasi pada telur ulat sutera, terlebih dahulu perlu diketahui ciri-ciri telur yang dapat menetas. Ciri- ciri tersebut adalah :
·           Telur ulat sutera mengalami beberapa tahap perkembangan dan pertumbuhan embrio yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna pada telur selama masa inkubasinya. Telur yang mengalami perubahan warna memiliki kemungkinan besar untuk dapat menetas.
·           Telur yang baru dikeluarkan oleh induknya berwarna kuning muda pada saat pertama diletakan.
·        Setelah treatment (perlakuan), warna telur berangsur berubah menjadi kuning tua, kemudian berwarna coklat muda, coklat tua, hitam, abu-abu tua, abu-abu muda. ·        Telur yang tidak mengalami pembuahan oleh sperma dari induk jantan warnannya tetap kuning muda dan tidak terjadi perubahan warna karena tidak ada pertumbuhan embrio.
Adapun cara inkubasi telur ulat sutera adalah sebagai berikut :
·           Selama inkubasi diperlukan temperatur ruangan 25oC dengan kelembapan 85 % dan pencahayaan 18 jam terang, 6 jam gelap. Untuk mengetahui kekuatan cahaya yang tepat dalam proses inkubasi yaitu diukur dengan kondisi manakala kita masih dapat membaca diruangan itu.
·           Telur yang diterima dari produsen dikeluarkan dari boksnya kemudian dipindahkan ke kotak penetasan yang lebih besar degnan ukuran 30 x 40 cm. Kemudian kotak tersebut dipasangkan jaring penetasan. Jika volume telur yang akan ditetaskan cukup banyak, semua kotak penetasan diletakan pada rak inkubasi. Untuk mengatur pencahayaan, jika perlu disekeliling kotak penetasan dipasang tirai berwarna hitam.
·           Untuk mempertahankan kelembapan dengan kadar 85%, kotak penetasan diletakan diatas kain basah.
·           Dua hari sebelum menetas (H-2), keadaan ruangan harus gelap total. Tirai ditutup, lampu ruangan dipadamkan.
·           Pada hari H tanggal menetas, agar penetasannya serempak, pagi-pagi sekali (pukul 05:00 ) , lampu ruangan dinyalakan dan tirai dibuka.
·           Sekitar pukul 8 pagi ulat yang baru menetas dan sudah berada diatas jaring penetasan, diangkat dari kotak penetasan. Lalu, ulat dipindahkan ke sasak pemeliahraan ulat untuk dilakuakan pemberian makan yang pertama kali (haketate).
·            
2.3  Manfaat ekonomi Ulat sutera
Ulat sutra yang biasanya memakan daun murbei kini dibudidayakan dengan memakan daun singkong karet. Kendati daun singkong karet lebih murah, namun ulat tersebut ternyata mampu menghasilkan serat. Jika dipintal ternyata bisa menjadi kain sutra yang kualitasnya sama bagusnya dengan ulat sutra pemakan daun murbei.Kepompong ulat sutra atau disebut juga kokon, ternyata tengah diupayakan oleh tim peneliti untuk dijadikan komponen utama obat penambah stamina. Kalau untuk membuat benang sutra alami,  kokon atau kepompongnya yang dimanfaatkan.  Sementara ulatnya sendiri ternyata memiliki khasiat yang cukup banyak karena mengandung protein sangat tinggi. Nilai ekonomis ulat sutra sangat tinggi dan dapat menambah prekonomian masyarakat.
Manfaat serat sutera antara lain untuk bahan pakaian yang bermutu tinggi seperti bahan pakaian wanita, kaus kaki wanita, dasi, sapu tangan, untuk keperluan alat - alat rumah tangga seperti kain gorden, seprei, untuk benang jahit, benang sulam, isolasi listrik, kain parasut, senar alat - alat musik, dan lain-lain. Kain sutera terkenal karena keindahan dan kehalusannya. Pakaian dari kain sutera walaupun mahal tetap saja diminati. Ulat sutera mengeluarkan air ludah atau liur yang mengandung protein, itulah bahan pembentukan kokon. Kokon berfungsi sebagai pelindung dari proses perubahan ulat menjadi kepompong sebelum akhirnya menjadi dewasa. Kokon-kokon ini dikumpulkan, kemudian diolah menjadi benang sutera. Selanjutnya benang ini ditenun menjadi kain Disamping menghasilkan kain sutera ulat sutera bermanfaat pula dalam penelitian biologi, ekologi, genetika, fisiologi dan kimia. Manfaat serat sutera adalah sebagai tekstil yang bermutu tinggi, bahan baku payung udara (parasut) dan benang bedah sutera.
Dalam waktu 25 hari - 32 hari, Anda sudah bisa memanen hingga 20 kg kepompong sutera mentah. Rata-rata, satu kokon akan menghasilkan benang sutera sepanjang 1 kilometer. Apabila bibit, pakan, cuaca, dan rumah pemeliharaan ulat mendukung, panen bisa meningkat hingga 40 kg. Masa panennya memang cepat lantaran siklus hidup ulat sutera sejak bayi hingga masa kawin serta bertelur, hanya berlangsung selama sekitar satu bulan, Selain masa panen yang cepat, budidaya ulat sutera juga tak memerlukan lahan yang luas-luas amat. Anda hanya membutuhkan lahan tempat pembesaran ulat sutera seluas 20 meter persegi (m2) sampai 50 m2. Cuma, memang, ulat sutera lumayan rakus melahap daun murbei segar. Minimal, Anda harus menyediakan satu ton daun murbei segar sebagai konsumsi sekitar 25.000 ulat sutera dalam satu siklus atau sejak telur menetas hingga menjadi kepompong.
Selain bisa dimanfaatkan sebagai bahan kain sutra, kepompong ulat sutra atau disebut juga kokon juga dimanfaatkan dalam dunia kecantikan yaitu sebagai bahan pengamplas kulit (scrub) alami. Dari 1 hektar kebun murbei bisa menghasilkan daun murbei  untuk menyuplai makanan sebanyak 3 box telur ulat sutra,. Tiap 10 kg kepompong basah akan menghasilkan 1 kg benang sutra, dan rata-rata 1 kg benang sutra bisa menghasilkan 10 meter kain.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.  Ulat sutera  (Bombyx  mori) adalah ngengat yang memiliki kelenjar sutera   sehingga dapat menghasilkan serat sutera.
2.    Ulat sutera memiliki panjang hingga 10 cm dengan diameter hingga 0,8 cm sebelum menjadi kepompong. Ulat ini juga mempunyai metamorfosis sempurna, dengan setiap generasi melewati 4 stadia, yakni telur, larva atau ulat, pupa, dan ngengat atau kupu-kupu
3.    Ulat sutera  dimanfaatkan sebagai bahan kain sutra, kepompong ulat sutra atau disebut juga kokon juga dimanfaatkan dalam dunia kecantikan yaitu sebagai bahan pengamplas kulit (scrub) alami.
4  Proses penetasan ulat sutera dilakukan dengan melakukan inkubasi pada telur. Inkubasi telur adalah masa perkembangan telur sebelum menetas..
5.    Ulat  sutera  (Bombyx  mori  L.)  merupakan  salah  satu  jenis  serangga  yang  mempunyai  nilai ekonomi  tinggi. 







DAFTAR PUSTAKA
 
Anynomous.2012.culat sutera. universitas sumatera utara (online):tidak dipublikasikan. diakses pada sabtu, 20 september 2014.

Nuraeni,S dan Beta,P.2012. aspek biologis ulatsutera (bombyx mori l.) dari dua sumber bibit di sulawesi selatan.jurnal perennial.vol.4(1): 10-17.

Nunuh,A.2012.serikultur budidaya sutera alam(online): k dipublikasikan. diakses pada sabtu,20 september 2014.



9 komentar:

KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI ULAT SUTERA (BOMBYX MORI )

Tugas Penilaian Hutan                                         Medan ,           Oktober 2019 KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI  ULAT...